Misty Angel

Whispers in the woods

The Dying Girl by the Pavement

*cerita ini saya tulis khusus untuk dipublish di wattpad, jadi jika anda ingin membaca lanjutannya, silakan berkunjung ke wattpad saya di sini, terima kasih*

1

Saat kau melihat kematian pertamamu, apa hal pertama yang melintas di kepalamu? Apakah (a) kau akan menjerit keras seperti di film-film, (b) tertegun dengan lutut gemetar—ingin lari tapi tidak bisa, (c) pura-pura tidak melihatnya dan terus berjalan, atau (d) mengerubungi mayat itu dengan ponsel yang terus merekam tiap detiknya?

Kalau kau tanya aku, aku akan bertanya balik: “Siapa dulu yang meninggal?”

Karena, jika aku mengenal orang itu, kemungkinan besar aku akan memilih pilihan b.

Read the rest of this entry »
Advertisements

The Blurred Lines

Where is the line of sanity and insanity?

When you think you have everything in life under control

That you are content and happy

Yet strangely still feeling hollow

 

Sometimes I wonder

How can we know we are sane?

Are we sure it is not the opposite?

Who sets the rules?

Who got the last say? Read the rest of this entry »

At This Moment

At this moment in my life,

I’m scared.

When I was younger,

ghosts used to be scary.

As I grow older,

instead of becoming wiser,

I’m lost in this game called life. Read the rest of this entry »

Alone

When do you feel the most empty?

For me, it’s when I’m not alone.

Humans are capable to feel lonely even though they aren’t alone.

Yet, I’m the opposite.

When does one know when the end of their life is coming?

For me, I wish the end would come sooner, so I don’t have to deal with this hollowness.

So many voices around me, and slowly they are suffocating me.

Funny thing is, they don’t even realise.

How do you know you’re walking on the right path? Read the rest of this entry »

To A Better Place

Orang-orang bilang umur enam belas adalah saat di mana hidupmu yang sesungguhnya akan dimulai. Aku tidak tahu gadis seperti apa yang baru memulai hidupnya pada umur enam belas, karena aku tahu, saat aku mencapai umur itu, hidupku berakhir.

Itu adalah pikiran pertama yang muncul di kepalaku saat aku tersadar. Aku terbangun karena suara musik dan suara-suara lain berdentum-dentum di telingaku, mengganggu tidurku. Aku membuka mata dengan susah payah, dan hanya putih yang bisa kulihat. Awalnya kukira adikku yang sedang memasuki masa pemberontakan sedang berlatih drum lagi di kamarnya dan aku sudah bersiap-siap memakinya, tapi saat menyadari kamarku tidak mungkin seterang ini, aku sadar ada yang salah. Sangat, sangat salah.

Suatu perasaan panas dan dingin muncul secara bergantian di perutku, seperti minum es soda dan teh panas bergantian. Otakku tidak dapat bekerja dengan baik, karena dia tidak mengirimkan peringatan apapun, meskipun aku yakin aku tidak berada di kamarku. Setelah mataku mulai terbiasa dengan semua cahaya dan warna putih memuakkan di sekitarku, aku mendorong tubuhku duduk. Read the rest of this entry »