Misty Angel

Whispers in the woods

That’s Not My Area of Expertise

That’s not my area of expertise.”

That’s something that I’ve been wanting to tell people. You know, everyone is different, right? There’s no use in forcing someone to be able to do something that they know they suck at, only to make them feel supposedly ‘normal’. For example, if I, a Chinese-looking girl, suck at math, people will frown at me like I’m a freak. And I do suck at math! I mean, come on! What’s with all of those numbers and formulas and twisting the questions just so that I can gear up my math brain? No, thanks. I’d definitely be dead if there’s an alien invasion tomorrow and my only hope to survive is by solving math questions.

So, one of the things that is not my area of expertise is driving. Yup, you read it right. Driving a car. And don’t get me started at riding a motorbike. It scares the bejesus out of me I don’t even want to imagine myself riding a motorbike. Cycling is OK, but a motorbike is a definite NO.

The problem with driving is this: have you ever put someone in a hospital from an accident? Me neither! (LOL) Read the rest of this entry »

Advertisements

Sang Penjaga Kuil

Omi membuka pintu kuil di suatu pagi yang dingin. Tugas itu sudah selalu dilakukannya selama tiga puluh tahun terakhir, membuat tubuhnya hapal sendiri untuk bangun tiap pukul empat pagi, setengah jam sebelum kuil siap menerima pengunjung. Seperti subuh itu, dimana dia berjalan menyeret satu kaki cederanya yang jatuh ke parit bertahun-tahun lalu sambil merapatkan sweater tebalnya. Pintu kuil mengayun terbuka, nyaris tanpa suara, memperlihatkan langit kelabu dan kabut tipis membalut pepohonan.

Biasanya, Omi akan berjalan keluar, mematikan lampu di ujung gapura lalu mengitari kuil sambil menyapu dedaunan yang jatuh. Namun pagi itu, sepasang mata tua Omi terbelalak melihat sesosok tinggi tengah menunduk di depan altar kuil. Kunjungan terpagi yang pernah diterima Omi adalah pukul delapan, setelah matahari agak tinggi dan suasana terasa lebih ceria. Tidak banyak yang tahu letak kuil di kaki gunung itu, karenanya pengunjung yang datang adalah para lansia seperti dirinya yang membutuhkan waktu lama untuk mencapai kuil.

Sosok yang berdiri di depan altar jelas nampak seperti seorang pemuda. Read the rest of this entry »

Gadis yang Mengecup Matahari

Di tanah ini, matahari adalah sesuatu yang langka. Meskipun ada tiga ratus enam puluh lima hari dalam setahun, tidak banyak penduduknya yang sering menjumpai matahari. Paling-paling hanya dua atau tiga hari saja dalam sebulan. Sisanya tertutupi oleh kegelapan yang membekukan.

Banyak cerita yang beredar mengenai asal muasal matahari seakan enggan bersinar disini. Padahal kalau melihat lokasi kami di peta, kami justru tidak seharusnya memiliki kebekuan ini. Ada yang bilang tanah ini dikutuk karena manusia-manusianya adalah pendosa berat. Mungkin para pendosa itu adalah nenek moyang kami, di tempat-tempat lain di tanah ini. Sebab, warga di kota kecil ini semuanya penuh belas kasih. Tak terbayangkan Dosa tinggal di antara mereka. Read the rest of this entry »

So, For Now…

Ah, she murmurs, Hello

I hope everything’s been going good for you, you smile

She stares at you, And what makes you think that?

You are taken aback, Er, what?

She avoids your eyes, You know, I used to think Read the rest of this entry »

Gadis dalam Hujan

Sudah seminggu sejak hujan turun tak keruan. Sudah seminggu juga kuperhatikan gadis itu duduk seorang diri, di meja paling ujung, menangis. Tidak pernah ada yang datang menemaninya duduk di sana. Gadis itu akan menghabiskan waktu dua jam tiap harinya hanya untuk memesan secangkir teh kemudian menangis. Seperti mengerti bahwa akan ada kecanggungan jika duduk di dekatnya, semua meja di sekitar sang gadis selalu kosong. Berjalan mendekatinya seakan memasuki dunia suram yang penuh dengan kesedihan.

Senior-seniorku tidak pernah terlalu ambil pusing. Mereka bilang yang seperti itu sudah sering. Kalau sudah membahas gadis itu, mereka akan berlomba-lomba menceritakan pelanggan paling luar biasa yang pernah datang.

“Tahun lalu malah ada pasangan yang bertengkar hebat, saling teriak, lalu si cewek menyiram cowoknya dengan kopi panas sebelum menampar si cowok dan pergi.”

“Sebelumnya ada yang pernah mencoba bunuh diri dengan menenggak pil! Dia jatuh, kejang-kejang, tapi untungnya ada dokter yang kebetulan sedang menunggu pesanan. Ambulans langsung datang.” Read the rest of this entry »